TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG DI http://aguseka1991.blogspot.com/ TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR DI BLOG INI UNTUK PERBAIKAN KEDEPANNYA Bauksit | Agus Eka Setiabudi

Minggu, 02 Desember 2012

Bauksit

Share on :


BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang

Mineralogi adalah ilmu yang mempelajari tentang mineral. Mineral merupakan komponen penyusun batuan. Mineral adalah sebagian besar zat hablur yang ada dalam kerak bumi serta bersifat homogeny fisik maupun kimiawi. Setipa jenis mineral menunjukkan sikap yang berbeda-beda terhadap gaya pelapukan dari luar karena terdapat mineral yang mudah lapuk dan terdapat juga mineral yang sulit lapuk. Setiap mineral memiliki kandungan Kristal dan unsure penyusun yang berbeda-beda.

Pengamatan ini mengamati dan mempelajari tentang struktur Struktur, Tekstur, Senyawa Kimia penyusun mineral, Jenis, Warna, Kegunaan dan penyebaran mineral Bauksit dan Mineral Magnetit. Hal ini dimaksudkan agar dapat menambah pengetahuan secara real (nyata) terhadap bentuk mineral yang dipelajari secara teori.


B.            Tujuan Pengamatan :
Adapun tujuan dari pengamatan ini adalah :
1.      Mengetahui Struktur, Tekstur, Senyawa Kimia penyusun mineral, Jenis, Warna, Kegunaan dan penyebaran Mineral Bauksit dab Mineral Magnetit.

BAB 2
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.           Tinjauan Pustaka :
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mineral adalah benda padat homogen bersifat takorgis yang terbentuk secara ilmiah dan mempunyai komposisi kimia tertentu dengan jumlah yang banyak. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks. Mineral tersusun atas unsur-unsur yang berbeda-beda antra mineral yang satu dengan mineral yang lainnya baik dari jenis, warna, struktur, tekstur sampai kegunaannya. Begitu juga dengan mineral Bauksit dengan mineral Batubara.

Mineral dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yakni mineral organik yang merupakan semua senyawa kimia yang ada secara alami kecuali senyawa organik dan mineral anorganik yang umumnya beupa senyawa karbon kecuali karbobat dan karbida yang dimasukkan kelompok mineral anorganik.

B.            Proses :
1. Proses Pengamatan / Prosedur Pengamatan :
1.      Meletakkan permukaan batuan yang paling pipih/tipis di atas lensa pengamat pada mikroskop, kemudian mengatur pencahayaannya dengan cara menyorot permukaan mineral yang pipih tersebut dengan lampu (senter).
2.      Membidik melalui lubang pengamat (lensa okuler) dan mengatur pembesarannya melaui sekerup penyetel sampai batuan dapat terlihat dengan jelas. Setelah itu melakukan pengamatan.
3.      Proses terbentuknya mineral Bauksit dan mineral Magnetit
Mineral bauksit terbentuk karena adanya endapan dari pelapukan batuan induk. Bauksit terbentuk dari bahan baku aluminia dan aluminium. Bauksit mempunyai rumus kimia A Bauksit terjadi dari hasil pelapukan prapis yang efektif pada batuan beku alumunial. Miberal magnetit dihasilkan dari peridoties dan dunite oleh serpentinization. Magnetit mempunyai rumus kimia   Magenetit larut dalam air asam. Mineral magnetit bereaksi dengan oksigen untuk memproduksi bijih besi.

C.    Hasil dan Pembahasan :

1.      Mineral Bauksit :
DSC01808.JPG

 







Mineral bauksit dilihat dengan  menggunakan mikroskop.
 

Mineral Bauksit dilihat dengan mata telanjang.
 

 


Struktur :
Mineral bauksit merupakan mineral yang tersusun oleh mineral anorganik yakni merupakan senyawa kimia yang ada secara alami.

Tekstur :
Secara alami, alumunium oksida terdapat dalam Kristal corundum. Terdapat adanya kristal-kristal berwarna hitam dengan lebih banyak bintik merah agak orange.
Senyawa Kimia penyusun mineral :
Mineral Magnetit tersusun atas unsur alumina dan aluminium dengan rumus kimia  . Alumunium yang merupakan golongan III A yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
Jenis :
Bauksit merupakan jenis mineral sekunder karena bauksit terbentuk dari mineral-mineral primer yang mengalami pelapukan.
Warna :
Jika dilihat dengan menggunakan mata telanjang bauksit memiliki warna coklat orange agak kekuning-kuningan. Namun apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan terlihat adanya Kristal yang berwarna kehitaman.
Tempat :
Lokasi penemuan bauksit yakni banyak terdapat di Pulau Bintan, Riau, Tanjung Sauh, Pulau Kijang, Angkut, Temebling dan Kelong.

Kegunaan :
Bauksit memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kandungan alumina yang terdapat di dalam mineral bauksit dapat dimanfaatkan sebagai penyangga (buffer) katalis yang digunakan dalam proses Hydrotreating yang bertujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang masih terdapat pada minyak bumi seperti senyawa sulfur, nitrogen dan logam. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk membuat perabotan rumah tangga seperti wajan, panci dan lain-lain. Bauksit juga dapat digunakan sebagi bahan industry, keramik, logan dan abrasive.

2.     
Mineral Magnetit  dilihat dengan mata telanjang.
 
Mineral Magnetit :
Magnetit dilihat dengan menggunakan mikroskop.
 
DSC01790.JPG




Besi merupakan kimia penyusun utama dari mineral magnetit. Magnetit mempunyai rumus kimia . Magnetit akan bereaksi dengan oksigen () untuk memproduksi bijih besi dan mineral penyangga yang dapat mengendalikan oksigen pugacity.
Struktur :
Magnetit mempunyai  struktur mineral anorganik yakni senyawa kimia yang ada secara alami. Artinya senyawa tersebut terjadi di alam bukan di laboratorium. Dalam magnetit ditemukan semacam mineral pasir atau pasir besi atau pasir hitam.
Tekstur :
Mineral magnetit mempunyai tekstur dengan sistem Kristal isometrik. Mempunyai sistem Kristal isometric karena ketiga sumbu Kristal terletak tegak lurus datu dengan yang lain yang mempunyai panjang yang sama.
Senyawa Kimia Penyusun Batuan :
Mineral magnetit merupakan mineral yang penyusun utamanya dalah senyawa besi (Fe) sehingga magnetit mempunyai rumus kimia . Besi penyusun magnetit merupakan unsure dengan golongan VII A yakni mudah beraksi dengan unsur lain.
Jenis :
Jenis mineral yang merupakan salah satu oxides besi. Magnetit merupakan mineral aksesor yakni mineral yang tidak terdapat dalam jumlah yang banyak. Mineral magnetit terdapat terdapat dalam batuan beku.
Warna :
Mineral magnetit mengandung besi sehingga magnetit berwarna hitam. Jika dilihat dengan menggunkan mikroskop akan nampak warna gabungan abu-abu, coklat sampai  hitamnya yang sedikit berkilau.
Tempat :
Magnetit dapat ditemukan di Atanunu, Pulau Timor dan tersebar dalam batuan beku pada daerah lainnya.

Kegunaan :
Magnetit meskipun jumlahnya yang tidak banyak namun magnetit mempunyai banyak sekali manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Magnetit paling banyak digunakan sebagai bahan baku industry tentunya segala bentuk produk yang berhubungan dengan besi, sesui dengan senyawa yang terkandung dalam batuan ini.














KESIMPULAN


Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.      Bauksit merupakan mineral sekunder karena terbentuk dari hasil pelapukan mineral – mineral primer. Bauksit memiliki rumus kimia   .
2.      Bauksit mempunyai memiliki warna coklat orange agak kekuning-kuningan. Penyusun utama bauksit adalah alumunium yang mempunyai rumus kimia Al merupakan unsure golongan III A.
3.      Magnetit merupakan mineral aksesor karena mineral ini tidak terdapat banyak di bumi namun terdapat pada hampir semua batuan. Magnetit umumnya terdapat pada batuan beku. Magnetit tersusun atas penyusun utama berupa besi sehingga magnetit mempunyai rumus kimia .
4.      Megnetit mempunyai sistem ksirtal yang isometric karena ketiga sumbu Kristal terletak tegak lurus datu dengan yang lain yang mempunyai panjang yang sama.
5.      Maagnetit dan bauksit merupakan jenis mineral anorganik.



DAFTAR PUSTAKA

Sudarmi.2008.Mineralogi dan Petrologi.Bandar Lampung : Universitas Lampung
J. A Katili dan P. Marks. Geologi. Jakarta :Departemen Urusan Research Nasional
Tim Penyusun Kamus.1990.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka