TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG DI http://aguseka1991.blogspot.com/ TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR DI BLOG INI UNTUK PERBAIKAN KEDEPANNYA mangrove | Agus Eka Setiabudi

Sabtu, 08 Desember 2012

mangrove

Share on :



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Betapa pentingnya arti kelestarian hutan mangrove dan rumput laut bagi kelangsungan hidup ekosistem kelautan maka sudah selayaknya dan sewajarnya lah apabila pemerintah sangat memperhatikan keselamatan Hutan-hutan Bakau dan Rumput Laut yang ada di Negara Indonesia. Tak terbayangkan apa yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia suatu saat kelak ekosistem Hutan Mangrove (hutan Bakau) dan budidaya Rumput Laut hancur atau bahkan musnah, seberapa besar nilai kerugian yang akan didapat, dan seimbangkah dengan pendapatan dan penghasilan dari kegiatan perekonomian yang hanya akan berdampak sesaat saja? Tanpa memperhatikan dampak negatif jangka panjang bagi Indonesia. Kerugian Materiil yang sangat besar nilainya jika di rupiahkan dan kerugian sprituil yang tak ternilai harganya.

Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000) sedangkan Rumput Laut merupakan salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut.
Sementara ini wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. Batas wilayah pesisir di daratan ialah daerah-daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air dan masih dipengaruhi oleh proses-proses bahari seperti pasang surutnya laut, angin laut dan intrusi air laut, sedangkan batas wilayah pesisir di laut ialah daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses-proses alami di daratan seperti sedimentasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta daerah-daerah laut yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan pencemaran.
Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik (Siregar dan Purwaka, 2002). Masing-masing elemen dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan.
Rumput laut serta hutan bakau merupakan dua jenis contoh kekayaan alam yang telah dibuat oleh sang pencipta demi keberlangsungan hidup manusia. Untuk itu, tugas bagi para generasi penerus adalah selalu berusaha untuk menjaga serta melindungi semua kekayaan alam yang di miliki oleh bangsa kita. Memanfaatkan semua kekayaan alam yang ada itu tidak dilarang, akan tetapi kita juga harus memahami bagimana cara agar apa yang kita miliki tidak habis begitu saja tanpa memikirkan dampak kedepannya.



B.     Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1)      Mengetahui dan Memahami Hutan Mangrove
2)      Mengetahui dan Memahami dari Rumput Laut  










BAB II
PEMBAHASAN


A.   DESKRIPSI TENTANG HUTAN MANGROVE

ü  Tentang Hutan Mangrove

Kata mangrove berarti tumbuhan tropis beserta komunitasnya yang tumbuh di zona intertidal. Zona intertidal adalah kawasan dibawah pengaruh pasang surut sepanjang garis pantai, seperti pantai estuari,lagun dan tepi sungai. Secara umum mangrove merupakan pohon dan semak-semak yang tumbuh dibawah level air tertinggi di musim semi.
Hutan bakau atau disebut juga Hutan Mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Dalam tinjauan siklus bio-massa, hutan mangrove memberikan masukan unsur hara terhadap ekosistem air, menyediakan tempat berlindung dan tempat asuhan bagi anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan lain-lain. Sumber makanan utama bagi organisme air di daerah mangrove adalah dalam bentuk partikel bahan organik (detritus) yang dihasilkan dari dekomposisi serasah mangrove (seperti daun, ranting dan bunga). Selama proses dekomposisi, serasah mangrove berangsur-angsur meningkat kadar proteinnya dan berfungsi sebagai sumber makanan bagi berbagai organisme pemakan deposit seperti moluska, kepiting dang cacing polychaeta. Konsumen primer ini menjadi makanan bagi konsumen tingkat dua, biasanya didominasi oleh ikan-ikan buas berukuran kecil selanjutnya dimakan oleh juvenil ikan predator besar yang membentuk konsumen tingkat tiga Singkatnya, hutan mangrove berperan penting dalam menyediakan habitat bagi aneka ragamjenis-jenis komoditi penting perikanan baik dalam keseluruhan maupun sebagian dari siklus hidupnya.
Mangrove meliputi bermacam-macam jenis dari tumbuhan beradaptasi dengan lingkungannya. Tomlinson(1986) mengklasifikasikan menjadi 3 kelompok
1.      Komponen Mayor:
Tumbuhan yang berkembang secara morfologi seperti sistem akar aerial dan mekanisme fisiologi pengeluaran garam untuk beradaptasi dengan lingkungan mangrove, secara taksonomi terisolasi dari terestial, hanya dapat dtemukan di hutan mangrove dan tegak.
2.      Komponen Minor
Atau disebut juga tumbuhan pantai : tumbuhan ini tidak menarik perhatian,mengelilingi habitatnya dan jarang yang berbentuk tegak.
3.      Kumpulan Mangrove
Tumbuhan ini tidak pernah tumbuh di komunitas Mangrov sejati dan terdapat ditumbuhan terestial.

            Hutan mangrove berkembang di zona intertidal sepanjang garis pantai seperti estuari lagun, delta, delta estuari dan lagun estuari. Hutan mangrove besar ditemukan sepanjang garis pantai yang berlumpur, terlindung, terbebas dari dari angin dan arus yang kuat. Hutan mangrove tumbuh subur jika banyak mendapat persediaan sedimen dan air tawar. Air payau tidak penting namun baik untuk pertumbuhan mangrove. Hutan mangrove juga dapat tumbuh di pantai berpasir dan berbatu, terumbu karang dan pulau.
            Jumlah mangrove di Indonesia menurun sangat cepat karena dipengaruhi oleh penggunaan lahan dan sumber daya yang berlebihan yang diakibatkan oleh peningkatan populasi dikawasan pantai.

ü  Karakterisik Morfologi dan Fisiologi Tumbuhan Mangrove

a)      Sistem Akar
Tanah habitat mangrove menjadi anaerobik(tanpa udara) ketika terendam air. Beberapa spesies mangrove mengembangkan karakteristik sistem akar disebut akar aerial, cocok untuk kondisi tanah anaerobik. Akar aerial adalah akar yang mengarah keudara sedikitnya selama setengah hari terkadang sehari penuh.(Gill dan Tomlinson,1975). Akar aerial berfungsi untuk pertukaran gas dan penyimpanan udara untuk pernapasan selam terendam air.

b)      Buah buahan
Pohon bakau, Rhizophora racemosa.Semua spesies mangrove menghasilkan buah-buahan yang biasanya tersebar di air. Spesies mangrove membentuk buah-buahan seperti silindris, bola kacang, dan lain-lain. Contohnya : Rhizophoraceae(membentuk buah silindris atau tongkat), avicennia(buahnya berbentuk kacang), sonneratia dan Xylocarpus(buahnya berbentuk bola), dan lainnya mempunyai buah berbentuk kapsul








Contoh Pohon bakau, Rhizophora racemosa.

ü  Ciri-ciri tumbuhan bakau
Tumbuhan bakau memiliki ciri-ciri yang menyolok jika dibandingkan dengan jenis tumbuhan lainnya, yaitu :
  1. Pohon besar, dengan akar tunjang yang menyolok dan bercabang-cabang. Tinggi total 4-30 m, dengan tinggi akar mencapai 0.5-2 m atau lebih di atas lumpur, dan diameter batang mencapai 50 cm. Bakau merupakan salah satu jenis pohon penyusun utama ekosistem hutan bakau
  2. Daunnya tunggal yang terletak berhadapan serta terkumpul di ujung ranting, dengan kuncup tertutup daun penumpu yang menggulung runcing. Helai daun eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda kekuningan, berujung runcing, bertangkai, 3,5-13 × 7-23 cm. Daun penumpu cepat rontok, meninggalkan bekas serupa cincin pada buku-buku yang menggembung
  3. Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang bertangkai dan menggarpu di ketiak, 2-4-8-16 kuntum, berbilangan 4. Tabung kelopak bertaju sekitar 1,5 cm dengan warna kuning kecoklatan atau kehijauan dan berbentuk melengkung. Sedangkan daun mahkotanya berwarna putih berambut atau gundul agak kekuningan tergantung dengan jenisnya. Perbungaan pada tumbuhan bakau ini terjadi sepanjang tahun
Buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang kecil, hijau coklat kotor.
Hutan bakau atau disebut juga Hutan Mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.


ü  Luas dan Penyebaran

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.
Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha)
Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.


ü  Fungsi hutan Mangrove/ hutan bakau
Salah satu yang paling penting dan terkenal adalah sebagai pencegah abrasi pantai. Akar-akar mangrove yang unik dan menarik (ada yang berbentuk cakar ayam, pensil, dan lain-lain), mampu menjebak sedimen, sehingga membentuk dataran baru. Fungsi lain yang tak kalah pentingnya adalah sebagai peredam gelombang tsunami. Fakta di NAD membuktikan bahwa perumahan penduduk yang terlindung oleh mangrove tidak banyak mengalami kerusakan, apabila dibandingkan dengan perumahan yang tak terlindung. Hal ini karena gelombang tsunami mampu diredam hingga sekian persen (oleh mangrove), sehingga kekuatannya saat menerpa perumahan bisa tereduksi dan tak terlalu besar lagi.

Mangrove bisa dibudidayakan menjadi bibit-bibit mangrove yang siap jual. Di Rembang Jawa Tengah, terdapat komunitas petani mangrove yang sudah maju. Mereka mampu menjual hingga ribuan bibit mangrove kepada berbagai pihak/instansi yang memerlukan. Bibit-bibit mangrove tersebut digunakan sebagai green belt untuk merehabilitasi pantai/pesisir yang rusak karena abrasi.

Selain itu, mangrove berguna pula sebagai obat anti kanker, konstruksi, pariwisata penyamak kulit, arang, bahan makanan, dan lain sebagainya. Jadi kalau ada anggapan bahwa mangrove = tusuk gigi dan kayu bakar, itu adalah anggapan salah, yang perlu segera diluruskan.

ü  Manfaat Hutan Mangrove

Secara umum manfaat hutan bakau dapat dilihat dari segi ekonomis, fisik, dan segi  biologi :

1)      http://www.jakarta.go.id/distan/images/Gambar/bakau%20untuk%20mancing.gifManfaat Sosial Ekonomi Hutan Bakau,
·          
·         Wisata Alam
·         Pengahasil Kayu Bakar
·         Penghasil Kayu Arang
·         Penghasil Bahan Baku kertas
·      Penghasil Tannin
·      Penghasil kayu Bangunan/Tiang Pancang
·      Sumber Mata pencarian masyarakat
·      Sumber Pangan
·      Sumber bahan obat-obatan

2)      http://www.jakarta.go.id/distan/images/Gambar/bakau-1.gifManfaat Fisik
§  Penahan Abrasi
§  Menahan Instrusi Air Laut
§  Menurunkan kondisi Gas CO2 di atsmosfir
§  Penahan Angin

3)      http://www.jakarta.go.id/distan/images/Gambar/vegetasi%20nypa.gifManfaat Biologi
  • Tempat hidup biota laut
  • Sumber produktifitas perairan







B.   DESKRIPSI TENTANG RUMPUT LAUT
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ed/Codiumfragile.jpg/200px-Codiumfragile.jpg





ü  Pengertian Rumput Laut
Rumput laut atau gulma laut merupakan salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Rumput/gulma laut merupakan terjemahan langsung dari seaweed.
Yang dimaksud sebagai rumput laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga ( ganggang ). Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria spp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Deskripsi Rumput laut, jenis dan morfologisnya yang memuat tentang jenis-jenis rumput laut berdasarkan kelasnya, bentuk thallus, kandungan pigmen, fungsi-fungsi bagian rumput laut serta beberapa hal mendasar yang membedakan rumput laut.  morfologis dan pengamatan ciri lain yang lebih terperinci. Rumput laut (seaweed), alga, ganggang dan lamun (seagrass) adalah tumbuhan yang memiliki perbedaan. Rumput laut atau yang biasa disebut dengan seaweed merupakan tanaman makro alga yang hidup di laut yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati dan pada umummnya hidup di dasar perairan. Rumput laut disebut tanaman karena memiliki klorofil (zat hijau daun) sehingga bisa berfotosintesis. Rumput laut juga sering disebut sebagai alga atau ganggang pada daerah-daerah tertentu di Indonesia. Akan tetapi rumput laut (seaweed) berbeda dengan lamun (seagrass). Lamun adalah tanaman yang hidup dilaut dan tidak memiliki klorofil. Lamun merupakan kompetitor bagi rumput laut, dan biasanya tumbuh di daerah dekat pantai yang cenderung kotor.Dalam bidang budidaya dibutuhkan untuk menentukan kesesuaian lahan budidaya dengan rumput laut yang dibudidayakan. Dalam bidang pengolahan, pengetahuan jenis rumput laut diperlukan untuk memudahkan perlakuan pasca panen dan proses pengolahan yang akan dilakukan.
Rumput laut merupakan makro alga yang hidup di laut yang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati dan pada umumnya hidup di dasar perairan dan menempel pada substrat (benda lain). Fungsi dari akar, batang dan daun yang tidak dimiliki oleh rumput laut tersebut digantikan dengan thallus. Karena tidak memiliki akar, batang dan daun seperti umumnya pada tanaman, maka rumput laut digolongkan ke dalam tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta).
ü  Bagian – Bagian Dari Rumput Laut
Bagian-bagian rumput laut secara umum terdiri dari holdfast yaitu
bagian dasar dari rumput laut yang berfungsi untuk menempel pada substrat dan thallus yaitu bentuk-bentuk pertumbuhan rumput laut yang menyerupai percabangan. Tidak semua rumput laut bisa diketahui memiliki holdfast atau tidak. Rumput laut memperoleh atau menyerap makanannya melalui sel-sel yang terdapat pada thallusnya. Nutrisi terbawa oleh arus air yang menerpa rumput laut akan diserap sehingga rumput laut bisa tumbuh dan berkembangbiak. Perkembangbiakan rumput laut melalui dua cara yaitu generatif dan vegetatif.
Secara morfologis rumput laut merupakan tanaman laut yang berklorofil dan memiliki thallus ( batang ). Rumput laut tidak memiliki perbedaan yang jelas antara akar, batang dan daun. Pertumbuhan dan percabangan thallus rumput laut antara jenis yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Bentuk thallus rumput laut juga bervariasi, antara lain bulat seperti tabung, pipih, gepeng, bulat seperti kantong, lembaran dan juga ada yang berbentuk seperti helai rambut. Bentuk-bentuk percabangan thallus rumput laut diantaranya adalah :
1.      Tidak bercabang Thallus tumbuh memanjang atau menjalar dan tidak memiliki percabangan.
2.      Thallus rumput laut yang tidak bercabang
3.      Dichotomous (Bercabang dua) Tiap  tiap thallus yang tumbuh akan memiliki cabang dan dari cabang
2.      ini akan muncul cabang lagi dan begitu seterusnya. Thallus memiliki cabang dan dari cabang muncul cabang lagi. Pinnate alternate Thallus tumbuh bercabang dua  dua sepanjang thallus utama secara
  1. berselang-seling (berganti-ganti) Thallus tumbuh bercabang dua secara berselang-seling
  2. Pinnate distichous Thallus tumbuh bercabang dua-dua sepanjang thallus utama secara beraturan Pertumbuhan thallus secara beraturan
  3. Tetratichous Thallus tumbuh dengan memiliki percabangan duadua sepanjang thallus utama Thallus bercabang dua
  4. Ferticillate Cabang-cabang thallus tumbuh dengan melingkari thallus sebagai sumbu utama Cabang tumbuh melingkari thallus
  5. Polystichous Cabang  cabang thallus tumbuh pada thallus utama secara tidak beraturan (banyak cabang pada thallus utama) Cabang thallus tidak beraturan
  6. Pectinate Cabang  cabang thallus tumbuh pada satu sisi thallus
  7. Cabang tumbuh pada satu sisi thallus.
  8. Monopodial Cabang tumbuh satu-satu pada tiap thallus
  9. Sympodial Percabangan pada thallus tumbuh searah dan bias lebih dari satu cabang pada masing-masing thallus.

ü  Jenis rumput laut yang potensial
Rumput laut potensial yang dimaksud disini adalah jenis-jenis rumput laut yang sudah diketahui dapat digunakan diberbagai industri sebagai sumber karagin, agar-agar dan alginat. Karaginofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida karagin, sedangkan agarofit adalah rumput laut yang mengandung bahan utama polisakarida agar-agar dan keduanya merupakan rumput laut merah (Rhodophyceae). Alginofit adalah rumput laut coklat (Phaeophyceae) yang mengandung bahan utama polisakarida alginat.
  • Rumput laut yang mengandung karaginan adalah dari marga Eucheuma. Karaginan ada tiga macam, yaitu iota karaginan dikenal dengan tipe spinosum, kappa karaginan dikenal dengan tipe cottonii dan lambda karaginan. Ketiga macam karaginan ini dibedakan karena sifat jeli yang terbentuk. Iota karaginan berupa jeli lembut dan fleksibel atau lunak. Kappa karaginan jeli bersifat kaku dan getas serta keras. Sedangkan lambda karaginan tidak dapat membentuk jeli, tetapi berbentuk cair yang viscous. Tabel 1. dibawah ini menunjukkan jenis rumput laut karaginofit dengan fraksi karaginannya.
  • spinosum merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri di dalam negeri maupun untuk ekspor. Sedangkan edule dan Hypnea sp hanya sedikit sekali diperdagangkan dan tidak dikembangkan dalam usaha budidaya. Hypnea biasanya dimanfaatkan oleh industri agar. Sebaliknya cottonii dan spinosum dibudidayakan oleh masyarakat pantai. Dari kedua jenis tersebut jenis cottonii yang paling banyak dibudidayakan karena permintaan pasarnya sangat besar. Jenis lainnya Chondrus spp., Gigartina spp., dan Iridaea spp tidak ada di Indonesia.
ü  Manfaat dari Rumput Laut
Rumput laut sangat berguna bagi tubuh dan kehidupan manusia, karena:
a         Kandungan yang bermanfaat dari rumput laut :
·         Magnesium        
·         Serat
·         Kalsium
·         Kalori
·         Iodine
·         Zat Besi
·         Seng
·         Protein
·         Vitamin B 12
b        Rumput laut banyak digunakan sebagai bahan baku udding. Contohnya yaitu alga cokelat, yang digunakan untuk bahan baku es krim, pengolahan tekstil, pabrik farmasi, semir sepatu, dan pabrik cat. Alga merah untuk bahan baku udding makanan, farmasi, penyamakan kulit, dan pembuatan bir.
c         Rumput laut dapat juga digunakan sebagai bahan untuk pupuk tanaman, campuran makanan ternak, dan juga bahan baku kosmetika.
d        Rumput laut diketahui kaya akan nutrisi esensial, seperti enzim, asam nukleat, asam amino, mineral, trace elements, dan vitamin A,B,C,D,E dan K. Karena kandungan gizinya yang tinggi, rumput laut mampu meningkatkan uddin kerja hormonal, limfatik, dan juga saraf. Selain itu, rumput laut juga udd meningkatkan fungsi pertahanan tubuh, memperbaiki uddin kerja jantung dan peredaran darah, serta uddin pencernaan.
e         Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, uddingsm, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
f         Di Cina, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Tingginya tingkat konsumsi rumput laut mungkin berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita di uddin tersebut. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik. Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini.

Semua rumput laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases. Konsumsi serat dapat membantu uddingsm lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya.





BAB III
KESIMPULAN



mangrove berarti tumbuhan tropis beserta komunitasnya yang tumbuh di zona intertidal. Zona intertidal adalah kawasan dibawah pengaruh pasang surut sepanjang garis pantai, seperti pantai estuari,lagun dan tepi sungai. Secara umum mangrove merupakan pohon dan semak-semak yang tumbuh dibawah level air tertinggi di musim semi.
Sedangkan rumput laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga ( ganggang ). Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang.
pentingnya arti kelestarian hutan mangrove dan rumput laut bagi kelangsungan hidup ekosistem kelautan maka sudah selayaknya dan sewajarnya lah apabila pemerintah sangat memperhatikan keselamatan Hutan-hutan Bakau dan Rumput Laut yang ada di Negara Indonesia.
Rumput laut serta hutan bakau merupakan dua jenis contoh kekayaan alam yang telah dibuat oleh sang pencipta demi keberlangsungan hidup manusia. Untuk itu, tugas bagi para generasi penerus adalah selalu berusaha untuk menjaga serta melindungi semua kekayaan alam yang di miliki oleh bangsa kita. Memanfaatkan semua kekayaan alam yang ada itu tidak dilarang, akan tetapi kita juga harus memahami bagimana cara agar apa yang kita miliki tidak habis begitu saja tanpa memikirkan dampak kedepannya.

0 komentar: